Selasa, 01 Mei 2012

Resume Paleontologi



Resume Paleontologi

paleontologi berasal dari kata paleo yang artinya masa lampau, onto yang artinya kehidupan dan logos yang artinya adalah ilmu. Jadi secara umum paleontologi berarti ilmu yang mempelajari tentang masa lampau.
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup purba yang biasanya adalah dengan mempelajari fosil-fosilnya. Paleontologi adalah mempelajari fosil makhluk hidup  untuk mengetahui jejak kehidupan dan segala sesuatu tentang zaman purba. Secara sempit, Paleontologi dapat diartikan ilmu mengenai fosil sebab jejak kehidupan zaman purba terekam dalam fosil.
Ruang lingkup paleontology
Paleontology menggunakan fosil sebagai sumber utama peneliti, otomatis di dalam paleontology ini kita akan berkecimpung dengan banyak fosil-fosil hewan maupun tumbuhan. tanaman adalah salah satu organisme yang berlimpah dan beragam di Bumi, dengan lebih dari 250.000 spesies yang dikenal. Tanaman memiliki dinding sel yang kaku di setiap sel dan menghasilkan makanan mereka sendiri dengan menangkap energi cahaya pada pigmen seperti klorofil. Tanaman mengubah energi ini menjadi gula, pati, dan makanan lain yang dibutuhkan tanaman untuk bertahan hidup. Beberapa fosil yang tampak dari tanaman kembali ke Ordovisium (Pertama dikenal terjadinya fosil), tapi tidak diragukan lagi kejadian pertama berasal dari fosil tanaman Akhir Silur.

Tidak hanya hewan dan tumbuhan, sekarang ini telah berkembang sebagai bagian dari paleontology yang meneliti tentang protista. "protista" mengacu pada eukariota yang bukan tanaman, hewan, atau jamur. Kebanyakan protista uniseluler, sementara yang lain multiseluler atau bahkan multinukleat (inti banyak dalam satu sel). Ini menunjukkan berbagai kelompok berbagai ukuran, bentuk, siklus hidup, habitat, dan makan dan strategi reproduksi. Para protista memiliki panjang, meskipun dalam beberapa kasus setengah-setengah, catatan fosil yang membentang kembali ke Prakambrium.

Juga ada bakteri, Organisme uniseluler Bakteri yang memiliki dinding sel, organel, dan DNA, seperti halnya eukariota. Namun, tidak seperti eukariota, DNA organel mereka dan tidak terkandung dalam selaput terpisah di dalam sel. Cyanobacteria, atau "bakteri biru-hijau," telah ditemukan di batuan dari Archean, 3,5 miliar tahun lalu. Cyanobacteria (bersama dengan bakteri lainnya) juga membentuk tikar dan gundukan dikenal sebagai stromatolites, yang ada di bumi dari Prakambrium sampai hari ini. Fosil terkecil yang pernah ditemukan milik magnetobacteria, yang membentuk nanometer ukuran kristal-dari mineral magnetit di dalam sel mereka.

Jenis-jenis jamur yang kita makan atau mencoba untuk memberantas kami dari rumah hanya mewakili kecil sejumlah spesies sekitar. jamur Kebanyakan tidak membuat makanan mereka sendiri, sebagai tanaman lakukan. Beberapa parasit dan beberapa bentuk lain simbiosis hubungan dengan ganggang atau tanaman. Mereka ditemukan di tanah, pada organisme lain, dalam lingkungan perairan, dan mereka adalah dekomposer pokok organik material di Bumi. Beberapa dapat tumbuh sangat besar (misalnya, jamur dan puffballs), yang lain bersel tunggal (ragi), tetapi kebanyakan multiselular. Meskipun jamur sering dianggap terlalu rapuh untuk fosil atau terlalu sulit untuk diidentifikasi sebagai fosil, catatan fosil mereka akan kembali ke Prakambrium, dan mereka sering ditemukan di Devon Bawah Rhynie Rijang Skotlandia.
Pada dasarnya ruang lingkup paleontology berkisar tentang segala sesuatu yang telah hidup di masa lalu atau bisa dikatakan organisme purba (baik hewan, tumbuhan, protista, jamur maupun bakteri) yang hingga kini sudah punah dan hanya tertinggal fosil-fosil, jejak peradaban, lingkungannya dan peninggalan-peninggalan lainnya. Sehinggga kita hanya meneliti dari jejak-jejak yang tertinggal.

Berdasarkan asal katanya, fosil berasal dari bahasa latin yaitu “fossa” yang berarti bahan galian. fosil adalah benda alam yang berupa tubuh atau cangkang organisme yang berupa jejak, bekas-bekas, sisa-sisa kehidupan yang terproses secara alamiah, teawetkan dan terekam terutama pada batuan sedimen kemudian mengeras menjadi batu atau mineral. Fosil yang merupakan tubuh organisme baik utuh maupun kepingan disebut sebagai body fossil, sedangkan fosil yang merupakan jejak organisme disebut trace fossil. Untuk menjadi fosil, sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen.
Secara singkat definisi dari fosil harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1.     Organisme harus memiliki bagian keras (cangkang, tulang, gigi, jaringan kayu), namun adanya bagian keras tidak mutlak karena pada kejadian tertentu bagian lunak pun dapat menjadi fosil.

2.     Organisme harus terhindar dari kehancuran setelah mati. Apabila bagian tubuh dari bagian organisme tersebut hancur, membusuk maka organisme tersebut tidak akan menjadi fosil.

3.     Organisme harus segera terkubur oleh material yang dapat mencegah terjadinya pembusukan. Jenis material yang mengubur suatu organisme tergantung dari tempat organisme itu hidup.
4.     Fosil harus terawetkan secara alamiah bukan oleh produk kecerdasan manusia

5.     Pada umumnya terekam dalam batuan sedimen. Karena berdasarkan proses pembentukan batuan, akan sangat sulit bagi fosil untuk dapat bertahan pada batuan selain pada pengendapan batuan sedimen.

6.     Berumur lebih dari 10.000 tahun.
Fosil index merupakan fosil yang baik untuk digunakan sebagai penciri waktu geologi tertentu dan sangat penting untuk korelasi stratigrafi.
Syarat-syarat fosil menjadi fosil index adalah :
1.     Mudah dikenali

2.     Berjumlah banyak

3.     Penyebaran geografis luas

4.     Kisaran hidup yang pendek
Contoh dari fosil index adalah Trilobita, Brachiopoda, Crinoid, Koral rugosa dan Tabulata.
Tipe Fosil Dari Organismenya Sendiri
1.     Pengawetan Bagian Lunak Organisme
Proses pengawetan tipe fosil seperti ini sangat jarang dijumpai dan terjadi pada kondisi yang sangat khusus. Organisme harus terkubur dalam suatu medium contohnya getah, tanah beku yang dapat melindungi tubuh lunaknya dari pembusukan. Contohnya fosil serangga yang terjebak dalam amber, fosil Mammoth di tanah beku Alaska dan Siberia.
2.      Pengawetan Bagian Keras Dari Organisme
Proses pengawetan fosil diaman bagian keras organisme harus tersusun atas mineral-mineral ayng tahan / resisten terhadap proses pelapukan dan reaksi kimia, sehingga memungkinkan terbentuknya fosil.

• Fosil yang bersifat karbonatan : fosil yang tersusun atas kalsium karbonat misalnya cangkang, kerang, siput, dan koral. Banyak diantara mereka yang terawetkan dalam bentuk aslinya.

• Fosil yang bersifat fosfatan : fosil yang tersusun atas kalsium fosfat misalnya pada gigi, gading, dan beberapa rangka luar suatu organisme. Senyawa ini sangat bagus untuk pengawetan sehingga banyak yang menjadi fosil yang bagus

• Fosil yang bersifat silikatan : fosil yang tersusun atas senyawa silikat seperti pada golongan plankton.

• Fosil yang bersifat khitinan : fosil yang tersusun atas senyawa khitin biasanya terdapat pada rangka luar organisme golongan arthropoda.


Tipe Fosil Bagian Keras yang Mengalami Perubahan
1.     Karbonisasi : dikenal dengan proses destilasi dimana zat organik pada organisme mengalami pembusukan perlahan-lahan setelah terkubur, kemudian kehilangan gas dan cairannya, sehingga yang tertinggal hanya lapisan karbon

2.     Petrifikasi / Pemineralisasi : terjadi apabila airtanah mengandung mineral menyusup ke dalam body fosil melalui pori-pori dan mengendapkan mineral sehingga sisaorganisme bertambah berat dan resisten terhadap pelapukan. Permineralisasi jika yang diendapkan hanya satu jenis mineral, dan petrifikasi jika yang diendapkan bermacam-macam mineral.

3.     Penggantian / Replacement
Proses dimana bagian keras dari organisme hilang / larut leh airtanah, sehingga yang tertinggal hanya rongga, kemudian diikuti pengendapan senyawa lain sehingga mempunyai struktur dan bentuk yang sama dengan aslinya, tetapi komposisinya telah berubah. Contoh Silicified Wood

Tipe Fosil yang Merupakan Sisa-Sia Aktifitasnya
1.     Pengawetan Tapak, Jejak, Sisa Organisme

Mold : terbentuk apabila cangkang suatu organisme menekan sedimen yang belum membatu, kemudian meninggalkan cetakan bagian cangkang yang menekan sedimen tersebut.

Cast : Apabila mold tersebut terisi material sedimen. Terbagi atas internal cast dan external cast. Internal cast menunjukkan karakteristik bentuk cetakan bagian dalam. External cast menunjukkan karakteristik cetakan bagian luar
Track : sisa organisme yang berupa tapak kaki. Dengan adanya jejak kaki ini kita dapat mengetahui kebiasaan hidup dari organise tersebut

• Trail : sisa organisme yang berupa jejak yang berupa alur-alur pergerakan organisme.

Burrow : sisa aktifitas organisme yang berupa galian. Burrow menunjukkan bukti bahwa kehidupan suatu organisme didalam tanah dimana organisme tersebut menggali lubang.

Coprolite : adalah sisa organisme yang berupa kotoran hewan. Erat kaitannya dengan bentuk anatomi dari pencernaan serta jenis makanan yang sering dimakan.

Gastrolith : bautan halus, berbentuk well rounded yang terdapat pada perut organisme yang berguna untuk membantu pencernaan biasanya pada beberapa golongan reptile.

  
Kegunaan Mempelajari Fosil

1.       Mementukan umur relatif batuan
Fosil dapat digunakan untuk menentukan umur relatif suatu batuan yang terdapat/terkandung dalam fosil. Batuan yang berasal dari suatu jaman tertentu mengandung kumpulan fosil yang tertentu, yang lain dari fosil yang terkandung dalam batuan yang berasal dari jaman geologi yang lain.


2.       Menentukan korelasi batuan antara tempat yang satu dengan tempat lain.
Dengan diketahui fisil yang diketemukan, maka dapat disimpulkan bahwa beberapa daerah yang disitu ditemukan fosil yang sama, maka lapisan batuan pada daerah tersebut terbentuk pada masa yang sama.


3.       Mengetahui evolusi makhluk hidup
Para ahli paleontologi, setelah meneliti isi fosil dari lapisan batuan batuan yang berbeda-beda umurnya berkesimpulan bahwa batuan yang lebih tua mengandung fosil yang lebih sedikit, bentuknya lebih primitip. Semakin muda umur batuannya, isi fosilnya semakin banyak dan strukturnya semakin canggih. Dari sini kemudian para ahli tersebut berkesimpulan bahwa organisme yang pernah ada di bumi kita ini mengalami perkembangan, mulai dari sederhana menunju ke bentuk yang lebih kompleks dalam waktu yang sangat lama. Hal ini yang kemudian dikembangkan oleh ahli biologi sebagai teori evolusi organisme.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar